Home > Uncategorized > Rasio Kendaraan Umum Rendah

Rasio Kendaraan Umum Rendah

Jakarta, Kompas – Rasio jumlah bus di Indonesia, terutama di Jakarta, sangat rendah dibandingkan dengan panjang jalur khusus yang dibangun. Akibatnya, efektivitas dari pembangunan infrastruktur transportasi massal itu tidak tercapai. Karena itu, tidak ada perpindahan masif penumpang dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

”Jangan pernah berharap kemacetan dapat diatasi karena upaya yang dikerjakan tidak maksimal. Tampaknya, kita harus bersiap-siap menghadapi stagnasi ekonomi justru karena kesalahan kita sendiri di dalam menerapkan kebijakan,” kata pemerhati transportasi Rudy Thehamihardja, Selasa (9/8), di Jakarta.

Rudy memperlihatkan fakta rasio transjakarta dengan 426 bus untuk 143 kilometer jalan, di Ahmedabad, India, 220 bus untuk 22 kilometer jalan, dan di Bogota, Kolombia, 1.000 bus untuk 84 kilometer jalan.

”Jadi tiap kota itu rasionya antara 10-11, sedangkan di Jakarta hanya 2,97. Artinya, perlu kebijakan yang lebih banyak. Animo untuk naik kendaraan umum sudah ada, seperti bermunculannya park and ride” di Ragunan atau stasiun kereta api. Tapi bus atau keretanya tidak ada, jadi bagaimana?” kata Rudy.

Kebijakan

Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan, minimnya jumlah kendaraan umum, pertama-tama dipicu oleh lemahnya kebijakan yang memihak angkutan massal. ”Di Surabaya, pemda didukung akademisi menginginkan adanya jalur busway, tetapi malah tak didukung oleh kepolisian daerah,” kata dia.

Darmaningtyas juga mengatakan, di beberapa kota, sulit sekali memutasi pelat nomor bus rapid transit dari pelat putih menjadi kuning. ”Itu hanyalah contoh betapa pembuat kebijakan tak memihak transportasi massal,” ujar dia.

Ditekankan Darmaningtyas, bersikerasnya Gubernur DKI Jakarta untuk membangun enam tol dalam kota, memberi sinyal betapa pembangunan busway akan makin terpinggirkan.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun jaringan tol dalam kota Jakarta antara Rp 30 triliun dan Rp 40 triliun. ”Dengan uang sebanyak itu dapat dibeli 10.000 unit busway. Artinya, rasionya dapat mencapai angka 70. Selesai sudah persoalan kemacetan, tak perlu lagi tol,” ujar Rudy. (RYO)

 

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2011/08/10/03361546/rasio.kendaraan.umum.rendah

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: