Home > Uncategorized > Kamariyah, Korban Tewas Ke-13 Transjakarta

Kamariyah, Korban Tewas Ke-13 Transjakarta

Jakarta, Kompas -Kecelakaan yang melibatkan bus transjakarta kembali terjadi, Selasa (26/7). Seorang penyeberang jalan bernama Kamariyah (57) tertabrak transjakarta yang melaju dari Ancol ke Pusat Grosir Cicilan di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Kamariyah meninggal seketika.

Sri Ulina dari Humas Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta menilai, kesalahan dari kedua pihak. Kamariyah tidak menggunakan jembatan penyeberangan dan pramudi, Priyono (34), tidak jelas melihat ada penyeberang jalan karena terhalang pot di pembatas jalan. ”Tetapi, bus kami melaju di jalurnya,” ucap Sri Ulina. Pihak BLU juga ikut memberikan santunan di luar asuransi dari Jasa Raharja.

Kepala Subdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto mengatakan, Priyono mengemudi dengan kecepatan 70-80 kilometer per jam. ”Padahal, kecepatan maksimal berkendara di jalan kelas provinsi dalam kota maksimal 60 kilometer per jam. Jadi, sopir melanggar Pasal 310 Ayat 3 dan Ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009, yang intinya melanggar batas kecepatan maksimal. Akibatnya, bus menabrak penyeberang jalan dan korban mengalami luka berat sehingga meninggal dunia. Pelanggar pasal ini diancam hukuman 5 sampai 6 tahun penjara,” papar Sudarmanto.

Hasil analisis di lokasi kejadian dan keterangan saksi, Kamariyah juga terbukti melanggar peraturan lalu lintas karena menyeberang bukan pada tempat semestinya. Korban menerobos pagar jalur hijau yang memiliki celah. ”Begitu keluar dari pagar, bus yang melaju kencang langsung menabraknya,” tutur Sudarmanto.

13 orang meninggal

Kejadian ini bukan yang pertama. Kamariyah adalah korban tewas ke-13 akibat kecelakaan yang melibatkan transjakarta selama tahun 2011. ”Bulan Juli, korban tewas akibat tertabrak transjakarta ada dua orang, termasuk Kamariyah. Korban lainnya meninggal akibat kecelakaan tanggal 17 Juli,” ungkap Sudarmanto.

Polda mencatat, kecelakaan lalu lintas melibatkan transjakarta dari Januari sampai Juni 2011 berjumlah 47 kejadian.

Jembatan minim

Secara terpisah, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi, melihat ada tiga persoalan yang menyebabkan kecelakaan yang melibatkan transjakarta.

Pertama, persoalan minimnya jumlah jembatan penyeberangan. Hal ini terlihat di banyak jalan ramai yang kurang dilengkapi jembatan penyeberangan, seperti di ruas jalan Pasar Minggu-Mampang. Kalaupun ada jembatan penyeberangan, menurut Tulus, konstruksinya tidak sepenuhnya ramah dan aman bagi pejalan kaki dan warga berkebutuhan khusus.

Kedua, etika pengguna jalan juga masih minim. Hal ini terlihat mulai dari penyeberang jalan yang masih sembarangan hingga mereka yang memakai jalur transjakarta.

Ketiga, menurut Tulus, adalah perilaku pramudi transjakarta yang tidak berhati-hati. ”Langsung atau tidak langsung, efek maraknya kecelakaan transjakarta saat ini merupakan imbas dari perilaku pramudi yang serampangan,” kata Tulus.

Pengemudi transjakarta seharusnya terlatih, presisi, dan memiliki kesadaran lalu lintas yang lebih dari pengemudi angkutan lain. Namun, di lapangan masih ada perilaku pengemudi yang membuat transjakarta seperti bus lain: bus tetap melaju meski lampu lalu lintas masih merah dan kecepatan bus melampaui peraturan. (RTS/ART)

 

Sumber: http://cetak.kompas.com/sso/xda/21179b6e5c96e05102ed65e1f1d75930/http:—-cetak.kompas.com–read–2011–07–27–04143112–kamariyah.korban.tewas.ke-13.transjakarta

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: