Home > Uncategorized > Denda Rp 500 ribu-Rp 1 Juta untuk Pelanggar Parkir Off Street

Denda Rp 500 ribu-Rp 1 Juta untuk Pelanggar Parkir Off Street

Detik news, Jakarta – Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 111 Tahun 2010 tentang Tempat Pakir Umum, Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera mematikan parkir on street di ruas Jalan Gajah Mada-Hayam Wuruk menjadi off street. Pemberlakuan itu akan dimulai pada tanggal 20 Juni mendatang.

Menurut Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Riza Hasyim, sampai satu bulan ke depan sejak aturan ini diterapkan pihaknya belum melakukan penegakan hukum. Setelah itu kendaraan yang tetap membandel parkir di badan jalan tentu akan ditindak.

“Jadi memang pada tanggal 20 Juni nanti kita harapkan, sepanjang jalan itu sudah kosong. Tapi sampai satu bulan ke depannya kita belum ambil tindakan kalau ada yang melanggar cuma kita tegur, karena sebulan itu baru pengendalian atau sosialisasi,” kata Riza di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/6/2011).

Riza mengatakan, pihaknya baru mulai melakukan penegakan hukum pada tanggal 21 Juli, atau satu bulan setelah masa sosialisasi selesai. Hal itu menurutnya juga tertuang dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dimana dijelaskan setelah rambu terpasang, ada waktu 30 hari untuk sosialisasi.

Jika sosialisasi selesai, tapi masih ditemukan pengendara yang tidak mengindahkan aturan ini maka pihaknya tidak segan-segan akan menderek mobil atau motor yang melakukan parkir liar. Pemilik baru bisa mendapatkan kendaraan mereka kembali setelah membayar denda Rp 500 ribu sampai Rp 1 Juta.

“Maka itu kita sedang lakukan revisi Perda Nomor 12 Tahun 2003 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di situ kita masukkan tentang biaya denda penderekkan ini,” jelas Riza.

Revisi ini menurutnya sudah di ajukan ke DPRD DKI Jakarta untuk dibahas. Dikatakannya penerapan denda itu hanya untuk bukan karena mementingkan keuntungan semata, tapi lebih sebagai efek jera.

“Jadi biar mereka takut dan nggak melakukan pelanggaran itu lagi,” jelasnya.

Saat ini pihaknya telah terus melakukan persiapan seperti pemasangan alat elektronik berupa Digital Display System. Alat ini berfungsi untuk menginformasikan kendaraan yang ingin mencari tempat parkir dapat mengetahui ketersediaan tempat parkir yang disediakan.

Adapun gedung-gedung yang menyediakan parkir off street yaitu Komplek Duta Merlin, Gedung PT Pelni, Gajah Mada Plaza, Hotel Grand Paragon, Lindeteves Trade Centre, dan Hayam Wuruk Plaza. Diperkirakan total kapasitas kendaraan yang bisa ditampung keseluruhan gedung itu, 2.711 untuk mobil dan 2.190 untuk motor.

Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta telah menerapkan sistem parkir off street di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, dan Jalan Gunung Sahari. Untuk Jalan Gunung Sahari, parkir on street banyak dialihkan ke gedung Dinas Pajak Jakarta Utara. Selanjutnya, parkir off street juga akan diterapkan di Jalan Mayestik dan Kelapa Gading.

(lia/gah)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/06/14/135353/1659963/10/denda-rp-500-ribu-rp-1-juta-untuk-pelanggar-parkir-off-street

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: