Home > Uncategorized > Proyek Infrastruktur Diselaraskan Jalur Hijau

Proyek Infrastruktur Diselaraskan Jalur Hijau

jakarta, kompas – Pembangunan infrastruktur di Jakarta dituding menganaktirikan jalur hijau. Beberapa proyek, seperti pembangunan jalur bus transjakarta koridor VIII yang melewati Pondok Indah tahun 2009, misalnya, menggusur pepohonan di kawasan itu. Pada 2011, pembangunan jalur bus transjakarta koridor XI dan jalan layang non-tol di Casablanca ataupun di Jalan Antasari, Jakarta Selatan, mengulang kebijakan yang sama.

Namun, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Ery Basworo, Selasa (10/5), menegaskan, pemerintah kini akan menjaga keseimbangan lingkungan dalam melaksanakan pembangunan.

”Untuk kawasan Antasari dan Casablanca, saya jamin pohon yang terpaksa ditebang untuk pemasangan tiang pancang akan diganti dengan jenis pohon yang lebih baik,” kata Ery.

Data dari Dinas PU DKI Jakarta, sebagian besar pohon yang ditebang di Jalan Antasari adalah angsana. Angsana memang cepat tumbuh besar dan berdaun banyak, tetapi mudah patah jika dihantam hujan yang disertai angin kencang. Untuk itu, setelah proyek jalan layang usai, jalur hijau di Antasari akan ditanami, antara lain, mahoni dan tanjung.

Selain itu, konstruksi jalan layang sengaja dibuat setinggi 8-12 meter di atas tanah sehingga memungkinkan pohon di bawahnya tumbuh normal.

Ery menambahkan, sampai saat ini, pembangunan jalan layang non-tol Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Casablanca, Kuningan, dan Blok M-Cipete yang melewati Jalan Antasari tetap akan berjalan normal. Pada September atau Oktober nanti, proyek jalan layang di Antasari ditargetkan sudah selesai.

Menenangkan warga

Pernyataan Ery ini sekaligus untuk menenangkan warga Jalan Antasari yang keberatan atas penebangan pohon demi kepentingan proyek. Sebelumnya, warga Antasari yang diwakili Cahyo Tamtomo Andoko dan didampingi Agus Pambagio dari Public Policy Interest Group menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak lengkap melakukan amdal, terutama amdal operasional.

”Amdal operasional itu sangat penting karena mengukur gas buang kendaraan saat jalan layang itu sudah dioperasikan. Sekarang saja polusinya sudah melampaui ambang batas. Apalagi nanti jika jalan itu sudah jadi, tentu semua orang ingin lewat di situ,” kata Tamtomo.

Dian Wiwiekowati, Kepala Bidang Pencegahan Dampak Lingkungan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, mengatakan, evaluasi hasil uji amdal operasional dilakukan setiap tiga bulan sekali selama pembangunan dan enam bulan sekali pasca-pembangunan.

Namun, amdal operasional triwulan pertama yang seharusnya selesai pada April lalu ternyata molor. Novizal, Kepala Bidang Jembatan Dinas PU DKI Jakarta, mengatakan, amdal baru akan selesai pada akhir Mei ini. (NEL)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2011/05/11/0422306/proyek.infrastruktur.diselaraskan.jalur.hijau

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: