Home > Uncategorized > Kisah Penarik Perahu Kali Semanan…

Kisah Penarik Perahu Kali Semanan…

Kompas, Selasa 19 April 2011

Warga Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, menyeberangi sungai menuju jalan raya, dengan perahu penyeberangan, Senin (11/4). Warga memanfaatkan transportasi itu dengan ongkos Rp 500 sekali jalan.

Santoso (40) baru sejenak duduk, Senin (11/4) pagi, ketika ia melihat perempuan paruh baya menunggu di seberang Kali Semanan di Kalideres, Jakarta Barat. Perantau asal Brebes, Jawa Tengah, itu bergegas bangkit. Ia lalu menarik kawat besi yang diikatkan di kedua sisi kali, membuat perahu itu perlahan melaju.

Hanya dibutuhkan waktu 1-2 menit, perahu itu sudah tiba di sisi kali. Perempuan itu lalu masuk. Ia duduk, sedangkan Santoso kembali menarik kawat besi itu, membuat perahu kembali membelah kali yang berwarna hitam pekat, dengan sampah mengendap di tepian kali, dan bau.

Badan perahu yang terbuka dan cukup besar itu bisa mengangkut sekitar 20 orang sekali perjalanan. Ada beberapa pot kembang di lantai perahu, sebuah kotak uang, serta satu galon air minum. Sebagai penggerak, dipasang pengait di dua tiang perahu yang terhubung dengan kawat baja. Kawat itu terpancang di dua sisi kali serta ada dermaga kecil yang menjadi perhentian perahu itu.

”Sekali jalan Rp 500. Lumayan, daripada harus naik ojek lewat jembatan ongkosnya Rp 5.000,” tutur Ny Rinaldo (44), warga Kampung Bulak, Kelurahan Semanan, Kalideres.

Warga cukup terbantu karena posisi perahu itu strategis, tak jauh dari perkampungan, sedangkan di seberang kali terdapat pertigaan Daan Mogot. Selain itu juga ada dua sekolah dasar tak jauh dari sana.

Jadilah perahu penyeberangan yang ”dikemudikan” Santoso itu sebagai salah satu alternatif transportasi warga untuk melintasi Kali Semanan yang lebarnya lebih dari 20 meter. Ada dua jembatan yang mengapit Kampung Duri dan Kampung Bulak, tetapi jaraknya cukup jauh. Dari jalur perahu itu, jika ditarik garis lurus, jaraknya mencapai setengah kilometer.

Diupah

Selain Santoso, sekitar 100 meter dari tempatnya juga ada sebuah perahu penyeberangan lainnya yang dijaga Koib (37), perantau asal Cileungsi, Kabupaten Bogor. Ia juga menarik jasa Rp 500 sekali jalan. Jika Santoso bisa mengumpulkan setidaknya Rp 40.000 setengah hari, Koib mengaku tak tahu pendapatan hariannya dari jasa perahu penyeberangan itu.

Ia hanya tahu setiap pekan ia diupah Rp 200.000 oleh pemilik perahu, berikut makan tiga kali sehari. Sepekan sekali Rp 150.000 dititipkan kepada saudaranya untuk diserahkan kepada istri. Koib memilih tidur di atas perahu itu. Sementara untuk mandi, ia memilih kamar mandi umum berbiaya Rp 1.000.

”Saya sudah 10 tahun kerja di perahu ini. Enggak ada pekerjaan lain,” tutur Koib yang hanya memegang ijazah sekolah menengah pertama.

Santoso sedikit lebih baik. Dia hanya menjadikan pekerjaan itu sebagai sampingan. Jika ada tawaran kerja di proyek, ia segera menyambutnya karena upahnya lumayan, Rp 35.000 per hari. Ketika tak ada, ia kembali menjadi ”nakhoda” perahu di kali itu. Ia menyewa gubuk papan berukuran 1,5 meter x 2 meter Rp 50.000 per bulan.

Pekerjaan itu dirasakan Santoso cukup melelahkan, terlebih jika banyak penumpang yang bolak-balik. Saat hujan deras, Santoso dan Koib harus berjaga-jaga, bersiap untuk menambatkan perahu ke tepi agar tidak hanyut terseret arus kali itu. ”Sejauh ini masih belum. Semoga tidak terjadi,” tutur Santoso.

Nahrawi (40), Ketua RW 1 Kelurahan Semanan, menuturkan, perahu penyeberang itu sudah ada sejak tahun 1980-an. Sebelumnya, pada tahun 1960-an hanya ada perahu bambu untuk menyeberangi kali tersebut. Beberapa tahun lalu sempat ada upaya pemerintah setempat untuk menghentikan kegiatan operasi perahu itu dengan alasan estetika.

”Tetapi warga berupaya menolak karena kami terbantu dengan keberadaan perahu itu. Warga lalu berupaya mengumpulkan tanda tangan menolak operasi tersebut,” tuturnya.

(Antony Lee)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2011/04/19/05545359/kisah.penarik.perahu.kali.semanan…

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: